Kisah mendapatkan Penganugrahan Aksara Kepatian Wangsa Celuk

Setelah beberapa lama di Tianyar, Ki Gusti Mataram akhirnya mempunyai lima orang putra, yaitu

1. Ki Gusti Campaga,
2. Ki Gusti Nengah Kedisan,
3. Ki Gusti Nyoman Kaler,
4. Ki Gusti Ketut Songan, dan
5. Ki Gusti Putu Rasa.

Kelima putra tersebut memiliki disiplin ilmu terutama tentang Tattwa Kadyatmikan. Dikisahkan tentang Ki Gusti Putu Rasa, selama masa hidupnya tidak pernah beristri (nyukla brahmacari?), beliau taat memuja Hyang Parama Kawi. Dari keteguhan srada (iman) nya itu beliau memperoleh panugrahan (penganugrahan) yang diterima dari Hyang Parama Kawi di tepi pantai yang berupa aksara Uttama sebagai lambang keuttamaan dari beliau termasuk sampai ke keturunannya sampai kelak dikemudian hari. Maka dari itu Ki Gusti Putu Rasa membangun tempat pemujaan (Pura) yang bertempat di panghuluning Desa Tianyar. Siang dan malam beliau mengheningkan yoganya terutama di dalam memuja Hyang Parama Kawi. Beginilah sebagai tanda keutamaan yang disebut Siwa Lingga, rupanya ditulis dalam aksara Kepatian. Ada pesan dari Ki Gusti Putu Rasa kepada keturunannya Wangsa Celuk, Trah Arya Kepakisan : “Janganlah membicarakan panugrahan ini bukan pada tempatnya sampai kelak dikemudian hari.”

Tersebutlah pesan Ki Gusti Putu Rasa kepada keturunannya (Wangsa Celuk Trah Arya Kepakisan), “Hai engkau keturunanku sekalian, andaikan engkau tidak memahami tentang aksara ini, namun bila engkau dengan hati yang tulus lascarya (ikhlas) menyembahnya dan letakkan di tempat yang layak (disucikan) dengan menghaturkan upakara sedana berupa Canang lenga wangi burat wangi, sebagai pahalanya engkau sekalian akan terhindar dari malapetaka terutama dari orang yang memusuhimu, dan pada saat kamu masih remaja, engkau disegani oleh orang-orang disekitarmu. Jika engkau tidak menstanakan, tidak menggunakan apalagi lupa tentang aksara Uttama ini, agar engkau tidak menemui kebahagiaan di muka bhumi ini selama hidupmu. Jika saatnya engkau kembali ke alam sunia (sunia loka) tulislah aksara kepatian itu yang terdiri dari :

1. Kerebsari
2. Kalasa
3. Recadana
4. Kajang
5. Ulon

Pahalanya tiada lain menemui swarga loka Sang Pitara. Kelak dikemudian hari bila kembali lahir ke dunia (dumateng) tanpa kurang sandang pangan dan menemui kebahagiaan lahir-bathin.” Demikian pesan Ki Gusti Putu Rasa kepada keturunan Wangsa Celuk Trah Arya Kepakisan. Oleh karena itu, semakin bertambah kewibawaannya Ki Gusti Putu Rasa di muka bhumi ini.

Sumber : Aji Purana Prasasti Wangsa Celuk

ONG… _/\_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s